Krisis Air Luwuk: Jangan Salahkan Debit Air

LUWUK — Penjelasan ketua Satgas penanganan air bersih, Ramli Tongko, mengenai turunnya debit sumber air pada gangguan distribusi di Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Namun, alasan ini tidak bisa terus-menerus dijadikan penjelasan utama atas krisis air yang dialami warga.

Dr. Ir. Rizaldi Maadji, ST.MT Dosen Universitas Tadulako (Untad) Palu, spesialisasi bidang water supply engineering, melalui sambungan telfon, Rabu (11/3/2026), mengatakan, di berbagai desa dan kelurahan wilayah Kecamatan Luwuk Utara, Luwuk dan Luwuk Selatan, warga masih menghadapi kondisi aliran air yang tidak stabil.

Padahal pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Banggai tersebar hampir di seluruh wilayah tersebut. Keluhan masyarakat bahkan tidak hanya datang dari satu kelurahan, tetapi juga dari beberapa desa yang selama ini terhubung dalam jaringan distribusi air yang sama.

Rizaldi menilai, masalah air bersih di wilayah tersebut tidak bisa dilihat semata-mata sebagai berkurangnya debit air. Tetapi lebih berkaitan dengan tata kelola sistem distribusi air bersih.

Dalam sejumlah kajian pengelolaan sumber daya air, krisis air di berbagai daerah sering kali bukan disebabkan oleh ketiadaan air semata, tetapi oleh pengelolaan sistem yang tidak efektif.

Liputan yang pernah dimuat oleh National Geographic juga menyoroti bahwa krisis air di Kabupaten Banggai terjadi karena lemahnya pengelolaan sumber daya air, bukan semata-mata karena sumber air yang terbatas.

Dalam konteks distribusi air bersih di Kecamatan Luwuk Utara, Rizaldi mengatakan, saling mempengaruhi dengan Luwuk dan Luwuk Selatan. Salah satu persoalan teknis yang perlu diperhatikan adalah hilangnya tekanan dalam jaringan perpipaan.

Ketika tekanan dalam sistem distribusi menurun, air tidak mampu mengalir secara merata ke seluruh wilayah layanan. Akibatnya, sebagian pelanggan mengalami kekurangan air meskipun jaringan pipa sudah terpasang. Persoalan seperti ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan perbaikan teknis sesaat.

Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap sistem jaringan distribusi, perbaikan yang dilakukan dikhawatirkan tidak menyentuh akar persoalan. “Kalau sistemnya bermasalah tetapi yang diperbaiki hanya di permukaan, itu seperti orang sakit yang salah minum obat,” ujar Rizaldi.

Karena itu, Rizaldi mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air bersih, mulai dari sumber air hingga jaringan distribusi kepada masyarakat.

CB: PRZ