Pendampingan Wirausaha Dinilai Sejalan dengan Tugas Pengabdian Dosen

LUWUK — Keterlibatan akademisi dalam program pendampingan Wirausaha Baru (WUB) dinilai sejalan dengan salah satu tugas utama dosen dalam sistem pendidikan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Luwuk, Dr. Wahyudin Rahman, pada Rabu (11/3/2026) menjelaskan bahwa dosen tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, dosen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, atau pembinaan pelaku UMKM sebenarnya dapat masuk dalam kategori pengabdian kepada masyarakat,” jelas Wahyudin.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat justru dapat memberikan nilai tambah, terutama dalam hal penguatan manajemen usaha, perencanaan bisnis, hingga pengembangan kapasitas pelaku usaha kecil.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah positif untuk memperkuat program pengembangan wirausaha baru. Melalui pendekatan akademik dan pendampingan berbasis pengetahuan, perguruan tinggi diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi.

Wahyudin berharap kerja sama antara dunia akademik dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat, sehingga program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha kecil dan menengah di daerah.

CB: PRZ