Jelang Lebaran, Warga Masih Berburu Air: PUPR dan PDAM Tidak Peduli

LUWUK — Harapan menyambut hari raya Tahun 2026 dengan layak, berubah menjadi kecemasan bagi sebagian warga di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Krisis air bersih yang telah berlangsung lama tak kunjung menemukan titik terang, bahkan semakin terasa menyesakkan menjelang Lebaran.

Pelanggan PDAM di Kecamatan Luwuk, Luwuk Utara, hingga Luwuk Selatan menjadi titik paling terdampak. Di saat kebutuhan air meningkat untuk keperluan ibadah dan rumah tangga, justru pasokan air bersih tak kunjung mengalir.

Nain, warga Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara menggambarkan kondisi ini dengan nada getir. Ia mengaku warga kini harus berjibaku mencari air dari sumber-sumber seadanya, bahkan rela berjalan jauh atau membeli dengan harga mahal.

“Air itu kebutuhan paling dasar. Tapi sekarang kami harus berjuang sendiri. Tidak ada kepastian kapan air mengalir,” ujarnya saat di hubungi, Rabu (18/3/2026).

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai leading sektor, serta PDAM Banggai sebagai operator layanan air bersih, dinilai belum mampu memberikan jaminan ketersediaan air bagi masyarakat.

Berdasarkan prinsip pelayanan publik, akses terhadap air bersih merupakan hak dasar warga yang wajib dipenuhi negara. Kegagalan dalam penyediaan air tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan kemanusiaan.

Ironisnya, krisis ini terjadi di momen yang seharusnya penuh kebahagiaan. Alih-alih fokus pada persiapan Lebaran, warga justru disibukkan dengan upaya bertahan hidup.

Kondisi ini memantik keprihatinan. Di tengah berbagai program pembangunan yang digaungkan, persoalan mendasar seperti air bersih justru belum terjawab.

Krisis ini berpotensi menjadi persoalan kemanusiaan yang lebih luas. PUPR dan PDAM Banggai dituntut tidak hanya wacana, tetapi tindakan nyata.

CB: PRZ