Krisis Air Bersih Momentum Lebaran, Aktivis Iguana Tompotika Banggai Prihatin

LUWUK — Di saat umat Muslim bersiap menyambut hari raya dengan penuh suka cita, sebagian warga di Kecamatan Luwuk, Luwuk Utara, dan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah  justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Krisis air bersih yang tak kunjung teratasi.

Alih-alih mempersiapkan kebutuhan Lebaran dengan tenang, warga masih disibukkan dengan upaya mendapatkan air untuk kebutuhan paling dasar. Memasak, mandi, hingga beribadah. Momentum yang seharusnya membawa kebahagiaan, berubah menjadi beban yang menyesakkan.

Ketua Iguana Tompotika Banggai, Muh. Hidayat yang akrab disapa Okuk, pada Jumat (20/3/2026) menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai hingga kini belum ada solusi nyata dari pemerintah daerah untuk mengakhiri krisis air bersih.

“Ini momentum penting bagi masyarakat. Tapi yang terjadi, warga justru harus berjuang mencari air. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Okuk menyoroti peran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), PDAM Banggai, serta tim satgas air bersih yang dinilai belum mampu menjamin ketersediaan air, bahkan di saat kebutuhan meningkat menjelang hari raya.

Di lapangan, kondisi warga kian memprihatinkan. Mereka harus menimba atau membeli air. Situasi ini bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menggerus makna kebersamaan yang seharusnya dirasakan saat Lebaran.

Menurut Okuk, krisis ini menunjukkan lemahnya kesigapan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. “Kalau di momen seperti ini saja tidak ada solusi, lalu kapan lagi pemerintah benar-benar hadir untuk rakyat?” tegasnya.

Krisis air bersih di Banggai kini menjadi ironi di tengah gegap gempita persiapan hari raya. Di satu sisi, ada harapan untuk merayakan kemenangan. Namun di sisi lain, masih banyak warga yang harus berjuang hanya untuk mendapatkan setetes air.

CB: PRZ