LUWUK — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sejak Rabu siang (1/4/2026), memicu banjir yang merendam sedikitnya empat desa.
Desa Pangkalaseang, Pangkalaseang Baru, Batusimpang, dan Batumandi kini berada dalam kondisi terdampak, memaksa warga bertahan di tengah genangan air yang terus meninggi.
Air mulai masuk ke permukiman warga beberapa jam setelah hujan turun tanpa henti. Sejumlah rumah dilaporkan tergenang, aktivitas masyarakat lumpuh, dan akses jalan antar desa terganggu.
Seorang warga Desa Pangkalaseang, yang menghubungi redaksi, mengaku air datang dengan cepat dan tanpa peringatan.
“Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Air tiba-tiba naik, masuk ke dalam rumah. Sekarang kami hanya bisa bertahan sambil menunggu bantuan,” ujarnya.
Berdasarkan prinsip penanggulangan bencana dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat, termasuk memastikan adanya sistem peringatan dini, evakuasi, dan distribusi bantuan secara cepat dan tepat. Namun di lapangan, warga justru mengeluhkan lambannya respons. Tidak sedikit yang terpaksa bertahan di rumah masing-masing.
Kondisi ini juga berpotensi memperparah kerentanan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, jika tidak segera ditangani.
CB: PRZ
