LUWUK — Sebuah kecelakaan tunggal mengguncang jalur pengganti 12 kilometer di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (5/5/2026). Sebuah truk konteiner milik KIS Logistik dilaporkan terbalik setelah gagal menaklukkan tanjakan panjang di jalur tersebut.
Hasil penelusuran di lapangan menyebutkan, truk bermuatan general cargo dengan tujuan Toili itu kehilangan tenaga saat menanjak. Dalam kondisi kritis, sopir diduga tidak lagi mampu mengendalikan kendaraan. Mesin yang panas memperparah situasi, hingga rem diduga tidak berfungsi optimal.
Truk kemudian meluncur mundur tanpa kendali. Dalam hitungan detik, kendaraan besar itu menghantam pagar pembatas jalan sebelum akhirnya terbalik di sisi jalur.
Di tengah situasi yang mencekam, sopir dilaporkan selamat. Namun, peristiwa ini menyisakan kerugian material yang tidak kecil. KIS Logistik ditaksir mengalami kerugian hingga Rp1 miliar.
Jalur pengganti yang dilalui truk tersebut disinyalir merupakan dampak dari penutupan sementara akses jalan oleh PT PAU. Kebijakan itu memaksa kendaraan logistik melewati rute alternatif yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi, terutama bagi kendaraan berat.
Kondisi tanjakan panjang dan medan yang menantang di jalur pengganti kini menjadi sorotan. Sejauh mana kesiapan jalur alternatif tersebut dalam menjamin keselamatan pengguna jalan?
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Ketika jalur utama ditutup, risiko tidak boleh dialihkan begitu saja ke jalan alternatif tanpa mitigasi yang matang. Sebab, di balik setiap muatan yang diangkut, ada nyawa yang dipertaruhkan.
Pihak KIS Logistik yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini sedang dilakukan evakuasi. “Untuk sementara, tim sedang menuju ke lokasi kejadian,” ujar pihak KIS Logistik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait tentang langkah evaluasi pascakecelakaan tersebut.
CB: PRZ
