LUWUK — Kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi saat pertandingan Hadianto Rasyid Cup 2026 terus bergulir. Korban bersama sejumlah saksi kini menjalani pemeriksaan di Polres Banggai, Senin (11/5/2026).
Dua pelapor, Febriansyah dan Usman yang merupakan pemain tim Pongkeari Batui, hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. Dalam proses tersebut, masing-masing pelapor turut menghadirkan saksi yang mengetahui langsung insiden di lapangan.
Manager Pongkeari Batui, Sugianto Adjadar, mendesak pihak kepolisian segera mengambil langkah hukum atas laporan yang telah diajukan.
“Kami berharap pihak kepolisian segera melakukan tindak lanjut. Sebab, visum et repertum sudah dilakukan dan dua saksi dari masing-masing pelapor juga sudah diperiksa,” ujar Sugianto.
Tak hanya meminta penanganan hukum, pihak tim Pongkeari Batui bersama keluarga korban juga menuntut tanggung jawab penuh dari panitia pelaksana dan Askab PSSI Banggai atas insiden tersebut.
Menurut Sugianto, permintaan maaf saja tidak cukup menyelesaikan persoalan, apalagi salah satu pemain disebut mengalami cedera serius berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
“Minta maaf tidak menggugurkan tanggung jawab terhadap pemain kami. Hasil ronsen menunjukkan ada dugaan pergeseran tempurung lutut dan putus saraf. Kami mendesak agar ada tanggung jawab untuk penyembuhan pemain kami,” tegasnya.
Pernyataan itu memperlihatkan kekecewaan mendalam dari pihak tim terhadap penanganan insiden yang terjadi dalam turnamen yang membawa nama tokoh publik tersebut.
Sugianto bahkan memperingatkan, jika panitia dan Askab PSSI Banggai tidak menunjukkan tanggung jawab, pihaknya akan membawa persoalan itu ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melapor langsung kepada Ketua Asprov PSSI Sulawesi Tengah, Hadianto Rasyid.
“Karena turnamen ini membawa nama Pak Hadianto Rasyid, kalau tuntutan kami soal tanggung jawab panitia dan Askab dibiarkan, maka kami akan menyurat dan mendatangi langsung Pak Hadianto Rasyid,” tutup Sugianto.
CB: PRZ
