Dianggap Biang Keributan, Supporter Mendono Angkat Suara

LUWUK — Stigma yang terlanjur beredar pasca insiden pertandingan Semi Final Mini Soccer Hadeyanto Cup pada 6 Juni 2026 memicu reaksi dari Keluarga Besar Supporter Mendono. Mereka menilai opini yang berkembang di media sosial maupun sejumlah pemberitaan telah menggiring persepsi publik seolah-olah seluruh supporter Mendono menjadi penyebab utama kericuhan yang terjadi.

Dalam pernyataan sikap tertanggal 8 Juni 2026, Supporter Mendono menyatakan keberatan terhadap narasi yang dinilai tidak utuh dan tidak berimbang. Mereka menegaskan bahwa hingga kini masih terdapat berbagai fakta yang perlu diklarifikasi secara objektif sebelum kesimpulan disampaikan kepada publik.

Menurut mereka, terdapat sejumlah peristiwa yang justru disebut merugikan pihak supporter Mendono. Beberapa di antaranya berupa dugaan perusakan kendaraan roda dua milik supporter, dugaan kerugian yang dialami penonton yang telah membeli karcis resmi, hingga dugaan tindakan tidak pantas yang dialami seorang ibu supporter yang hadir memberikan dukungan kepada timnya. Namun, berbagai hal tersebut dinilai belum mendapat perhatian yang seimbang dalam ruang publik.

Atas kondisi itu, Supporter Mendono menolak segala bentuk pelabelan yang secara sepihak menempatkan komunitas mereka sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa penilaian terhadap suatu peristiwa harus didasarkan pada fakta yang lengkap, bukan pada opini yang berkembang lebih cepat daripada proses klarifikasi.

Pernyataan tersebut juga mengingatkan bahwa selama ini Supporter Mendono menjadi bagian penting dalam setiap penyelenggaraan turnamen. Kehadiran ribuan pendukung di lapangan serta kontribusi melalui pembelian tiket dinilai turut membantu menjaga kemeriahan dan keberlangsungan event olahraga tersebut. Karena itu, mereka mengaku menyayangkan apabila komunitas yang selama ini berkontribusi justru menjadi pihak yang paling cepat dihakimi.

Melalui pernyataan sikap itu, Supporter Mendono mengajak panitia pelaksana, media massa, tokoh masyarakat, dan pengguna media sosial untuk mengedepankan prinsip verifikasi fakta serta keberimbangan informasi. Mereka menegaskan tidak meminta untuk dibenarkan, tetapi meminta agar seluruh fakta yang berkaitan dengan insiden tersebut disampaikan secara utuh dan adil kepada masyarakat.

“Kebenaran tidak boleh ditentukan oleh siapa yang paling cepat membangun opini, tetapi oleh fakta yang sebenar-benarnya,” demikian penegasan dalam pernyataan sikap Keluarga Besar Supporter Mendono.

CB: PRZ