Kuota Solar Subsidi Bualemo Kritis

LUWUK — Pengelolaan BBM Solar bersubsidi untuk petani di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, menghadapi persoalan serius. Di tengah hamparan sekitar 1.600 hektare lahan persawahan, hanya 162 barcode yang berhasil diterbitkan melalui Aplikasi eXTAR. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena kebutuhan BBM untuk menggerakkan sektor pertanian dinilai jauh dari terpenuhi.

Koordinator Pertanian Kecamatan Bualemo, Hadi, menegaskan bahwa jumlah barcode yang tersedia belum sebanding dengan luas lahan yang harus dilayani. “Total lahan persawahan mencapai 1.600 hektare, tetapi barcode yang terbit baru 162. Artinya, kuota Solar bersubsidi untuk Kecamatan Bualemo masih sangat kurang,” ujar Hadi saat penyerahan BBM Solar di SPBU Longkoga Timur, Kamis (6/8/2026).

Minimnya kuota Solar bersubsidi dikhawatirkan menghambat berbagai aktivitas pertanian, mulai dari pengairan sawah, pengolahan lahan menggunakan mesin, hingga kegiatan produksi lainnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, produktivitas pertanian berpotensi menurun dan berdampak langsung pada penghasilan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

Meski menghadapi keterbatasan kuota, Pemerintah Kecamatan Bualemo bersama pihak migas tetap berupaya memastikan penyaluran berlangsung tertib dan tepat sasaran. Penyerahan BBM Solar bersubsidi disaksikan langsung oleh Sekretaris Kecamatan Bualemo, Boby Laonso.

Seluruh proses pendataan penerima dilakukan melalui Aplikasi eXTAR untuk memastikan distribusi berjalan lebih transparan dan akuntabel. Kegiatan itu juga dihadiri Koordinator Pertanian Hadi, Koordinator Perikanan Zain, serta para petani dan nelayan penerima manfaat.

Melihat besarnya selisih antara kebutuhan dan kuota yang tersedia, masyarakat berharap pemerintah daerah melalui pihak migas segera menambah alokasi Solar bersubsidi untuk SPBU Longkoga Timur. “Kami mendukung sistem digital melalui eXTAR karena membuat penyaluran lebih tertib. Namun, tanpa penambahan kuota, petani tetap akan kesulitan memperoleh Solar yang mereka butuhkan,” kata Hadi.

Sementara itu, pihak migas menyatakan akan terus mengawal penyaluran BBM bersubsidi agar berlangsung tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, bagi petani di Bualemo, harapan terbesar saat ini bukan hanya sistem yang semakin baik, tetapi tambahan kuota agar ribuan hektare lahan tidak terancam kekurangan pasokan energi untuk berproduksi.

CB: HJR