LUWUK — Kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan perlombaan. Di balik kibaran Merah Putih, ada pesan tentang persatuan yang harus terus hidup di tengah masyarakat.
Pesan itu coba ditegaskan Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H bersama Bupati Banggai Amiruddin Tamoreka dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melalui Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Samratulangi, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2026). Sebelum turun membagikan bendera kepada masyarakat, kegiatan diawali dengan rapat koordinasi di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banggai. Setelah itu, Kapolresta Banggai bersama Bupati Banggai dan Forkopimda menyerahkan bendera secara simbolis. Sebanyak 800 Bendera Merah Putih berukuran 120 x 80 sentimeter kemudian dibagikan kepada warga yang melintas di depan Mapolsek Luwuk.
Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto mengatakan, gerakan tersebut bukan sekadar membagikan bendera. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ajakan agar masyarakat ikut merasakan dan memaknai kemerdekaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Bendera Merah Putih adalah simbol persatuan. Dengan membagikannya kepada masyarakat, kami ingin mengajak semua warga untuk mengibarkan bendera di kendaraan maupun rumah sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan,” ujar Hendri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, kepolisian, Forkopimda, dan masyarakat dalam menjaga suasana daerah tetap aman dan kondusif. “Sinergitas Forkopimda dan masyarakat adalah bentuk kecintaan kita kepada negara. Tingkatkan semangat nasionalisme dan isi kemerdekaan dengan kerja nyata untuk kemajuan Kabupaten Banggai yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Antusiasme warga terlihat saat pembagian berlangsung. Sejumlah penerima bahkan langsung memasang bendera tersebut pada kendaraan mereka. Polresta Banggai dan Forkopimda berharap gerakan tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai bangsa dan menghargai perjuangan para pahlawan.
Sebab, 81 tahun setelah Indonesia merdeka, tantangannya bukan lagi merebut kemerdekaan dari penjajah. Namun memastikan kemerdekaan itu tetap memiliki makna melalui persatuan, kepedulian, dan kerja nyata untuk daerah serta bangsa.
CB: SLV
