DONGGALA — Persoalan kebutuhan dasar hingga akses transportasi masih menjadi keluhan masyarakat di Rio Pakava, Kabupaten Donggala. Kelangkaan LPG, sulitnya mendapatkan BBM, serta kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan menjadi aspirasi yang disampaikan langsung kepada Gubernur Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan hal itu setelah menghadiri Pelantikan Pengurus FPK Rio Pakava, Kabupaten Donggala. Di sela kegiatan tersebut, gubernur tidak hanya menghadiri agenda pelantikan. Ia juga mendengar langsung keluhan masyarakat mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Kelangkaan LPG dan BBM menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga maupun pergerakan ekonomi masyarakat. Sementara itu, kondisi dan kebutuhan pembangunan jalan menyentuh kepentingan masyarakat yang menggunakan akses tersebut untuk bekerja, berdagang, mengangkut hasil produksi, hingga menjalankan aktivitas lainnya.
Bagi gubernur, mendengar keluhan masyarakat secara langsung menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan. Ia menilai, persoalan di lapangan tidak selalu dapat terlihat hanya melalui laporan administratif. Karena itu, pertemuan langsung dengan warga menjadi ruang untuk mengetahui kondisi yang benar-benar mereka rasakan. “Setiap keluhan adalah masukan, dan setiap aspirasi harus kita perjuangkan agar mendapat solusi,” kata Gubernur Sulawesi Tengah.
Aspirasi tersebut kini menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Sebab, bagi masyarakat, persoalan LPG, BBM, dan jalan bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan. Ketika LPG sulit diperoleh, aktivitas rumah tangga ikut terganggu. Ketika BBM langka, mobilitas dan kegiatan ekonomi ikut terdampak. Begitu pula ketika akses jalan membutuhkan perbaikan, waktu dan biaya masyarakat dapat semakin besar.
Suara warga Rio Pakava kini telah disampaikan langsung. Tantangannya adalah bagaimana aspirasi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata di lapangan.
CB: PRZ
