247 Peserta Berebut Kursi Paskibraka, Sistem Gugur Jadi Penentu atau Penghambat?

LUWUK — Sebanyak 247 pelajar di Kabupaten Banggai kini tengah berjuang melewati serangkaian tahapan seleksi Paskibraka 2026. Setelah lolos administrasi yang berlangsung sejak 10 hingga 24 Maret, para peserta kini menghadapi berbagai tes lanjutan, mulai dari wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan, hingga kesamaptaan.

Panitia menerapkan sistem gugur di setiap tahapan. Artinya, satu kesalahan atau nilai rendah dapat langsung menghentikan langkah peserta. Di satu sisi, sistem ini dinilai efektif untuk menyaring peserta terbaik secara cepat.

Namun di sisi lain, muncul kritik bahwa sistem gugur bisa mengabaikan potensi peserta yang sebenarnya unggul, tetapi kurang maksimal di satu aspek tertentu. “Apakah satu kegagalan bisa langsung menggugurkan seluruh potensi seseorang?” menjadi pertanyaan yang patut diajukan.

Bupati Amirudin berharap peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, bahkan menjadi pelopor pembangunan di masa depan.

Namun, harapan tersebut perlu diimbangi dengan sistem seleksi yang memberi ruang penilaian komprehensif, bukan sekadar eliminasi cepat.

Jika tidak, seleksi ini berisiko hanya menghasilkan peserta yang kuat di permukaan, tetapi belum tentu memiliki kedalaman karakter yang dibutuhkan sebagai teladan masyarakat.

CB: SLV