Ancaman Tambang di Hulu, Air Bersih di Hilir Jadi Taruhan

LUWUK — Banyak konflik tambang dimulai dari tanah. Namun di Lembah Tompotika, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, konflik berpotensi dimulai dari air.

Jika aktivitas pertambangan berlangsung di sekitar mata air dan kawasan hulu, sedimentasi dari pembukaan lahan dapat masuk ke saluran air masyarakat.

Dilansir dari Mongabay.co.id, Dalam sistem ekologi pegunungan, kerusakan kecil di hulu sering berdampak besar di hilir.

Lumpur yang mengalir ke bendungan atau irigasi dapat memicu pencemaran air, merusak jaringan pertanian, bahkan mengganggu pasokan air bersih bagi warga.

Pengalaman di berbagai wilayah tambang di Indonesia menunjukkan bahwa konflik sumber air sering menjadi pemicu ketegangan sosial. Karena itu, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat. Aapakah izin tambang diterbitkan dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan? Atau sekadar mengikuti arus investasi mineral yang sedang naik?

CB: PRZ