LUWUK — Persoalan air bersih di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah terus menuai sorotan. Selain minimnya anggaran program air bersih dan dugaan persoalan teknis dalam jaringan distribusi, warga juga mempertanyakan tidak terlihatnya layanan distribusi air melalui mobil tangki di sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Di Luwuk Utara misalnya, warga mengaku tidak melihat mobil tangki untuk membantu suplai air ketika aliran jaringan pipa tidak berjalan normal.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Ada yang membeli air dari pihak swasta dengan biaya tidak sedikit, namun kebanyakan menimba air dari warga lain yang airnya jalan.
Sebelumnya, Plt Direktur Damri Dayanun pernah menyampaikan dalam rapat air bersih beberapa hari sebelumnya. distribusi air nanti melalui mobil tangki. Namun setelah pernyataan itu keluar, hingga kini mobil tangki untuk menyalurkan air itu tidak ada. Masyarakat menilai, Bupati Banggai juga diduga kena prank oleh laporan PDAM Banggai kepadanya tentang distribusi air melalui mobil tangki.
Tidak hanya itu, dalam hal pendistribusian air, berapa jumlah pelanggan yang terdampak? apakah distribusi air ada biaya pemungutan dari masyarakat? Kemana mobil tangki itu di arahkan?
Pertanyaan-pertanyaan diatas, menjadi sekelumit masalah air bersih yang tidak hanya dijawab dengan retorika, tetapi dengan tindakan nyata.
CB: PRZ
