LUWUK — Industri nikel kini menjadi salah satu sektor yang paling agresif berkembang di Indonesia. Permintaan global untuk bahan baku baterai kendaraan listrik membuat logam ini semakin diburu.
Namun di banyak daerah, termasuk Lembah Tompotika, pertumbuhan industri ini membawa dilema. Di satu sisi, pemerintah mendorong investasi untuk memperkuat ekonomi nasional. Di sisi lain, masyarakat lokal menghadapi risiko hilangnya ruang hidup.
Dilansir dari Mongabay.co.id, Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai benteng biodiversitas Sulawesi kini berada di bawah tekanan izin tambang yang luasnya mencapai lebih dari 13 ribu hektar.
Jika tidak diatur dengan ketat, eksploitasi mineral bisa meninggalkan jejak panjang. Hutan yang hilang, air yang tercemar, dan konflik sosial yang sulit dipulihkan.
Tompotika mungkin belum menjadi headline nasional seperti Morowali. Namun bagi warga di lembah itu, masa depan sudah mulai dipertaruhkan.
CB: PRZ
