LUWUK — Permasalahan lingkungan akibat tersumbatnya muara sungai di Desa Longkoga Barat, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mulai ditangani secara bersama-sama.
Selama kurang lebih satu bulan terakhir, air pasang laut menyebabkan aliran muara tertutup, sehingga memicu genangan dan bau tidak sedap di sekitar permukiman warga.
Kepala Desa Longkoga Barat, Muzamil Lahui, mengambil langkah cepat dengan menggandeng pihak swasta, CV Ibnu Jaya, untuk membantu proses pembersihan sungai. Upaya ini juga melibatkan masyarakat setempat yang turun langsung bergotong royong membersihkan material yang menyumbat aliran air.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga. Kami berinisiatif berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Muzamil, (3/4/2026).
Kegiatan pembersihan difokuskan pada pembukaan kembali alur muara agar air dapat mengalir lancar ke laut. Selain itu, warga bersama pemerintah desa juga mengangkat endapan lumpur dan sampah yang terbawa arus pasang.
Secara lingkungan, muara sungai yang tersumbat berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pencemaran air, munculnya bau tidak sedap, hingga menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan masalah ini dinilai penting sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi sungai. Selain penanganan jangka pendek, pemerintah desa juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
CB: HJR
