Idul Fitri, Bupati Banggai Serukan Persatuan di Tengah Luka Politik

LUWUK — Suasana khidmat Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Mirqan, Halimun, mendadak berubah menjadi haru ketika Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, menyampaikan khutbah dengan suara bergetar, Sabtu (21/3/2026).

Di hadapan jamaah, ia tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan. Ia membawa luka yang seolah belum sepenuhnya sembuh pasca kontestasi politik.

Dengan nada emosional, Amirudin mengajak masyarakat untuk berhenti membicarakan pemilu yang telah usai. Ia menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada pengelompokan di tengah masyarakat.

“Kita harus bersatu membangun Banggai,” serunya, sebelum suaranya mulai patah.

Dalam khutbahnya, Bupati juga menyinggung praktik saling fitnah yang menurutnya harus dihentikan. Ia mengingatkan bahwa perpecahan hanya akan memperlambat pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan dengan penuh tekanan emosional, seolah mencerminkan beban yang tidak ringan. Tangisnya pecah di mimbar, membuat sebagian jamaah terdiam, larut dalam suasana yang tidak biasa untuk sebuah khutbah Idul Fitri.

Momentum hari kemenangan tidak hanya menjadi ruang saling memaafkan, justru menghadirkan refleksi tentang rekonsiliasi demi membangun daerah yang kita cintai ini.

Di tengah gema takbir yang masih terasa, khutbah ini meninggalkan satu kesan kuat. Bahwa persatuan tidak cukup hanya sampai di ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan keadilan dan kepercayaan yang nyata di tengah masyarakat.

CB: PRZ