LUWUK — Rencana pemerintah daerah Kabupaten Banggai membangun waduk sebagai solusi krisis air bersih bagi masyarakat menuai sorotan dari organisasi lingkungan Iguana Tompotika. Organisasi ini menilai kebijakan tersebut berpotensi salah arah jika tidak melihat akar persoalan sebenarnya.
Ketua Iguana Tompotika, Muh. Hidayat alias Okuk, Rabu (11/3/2026) menyatakan bahwa persoalan air bersih yang dialami masyarakat bukan semata-mata karena kekurangan sumber air. Menurutnya, data penelitian yang pernah dilakukan pemerintah daerah justru menunjukkan potensi air bersih di wilayah tersebut cukup besar.
“Kalau kita merujuk pada hasil penelitian yang dilakukan pemerintah daerah sendiri, potensi air bersih sebenarnya sangat besar. Artinya sumber air ada, bahkan melimpah,” ujar Okuk.
Ia menilai kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Jika potensi air besar, mengapa warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih?
“Masalahnya bukan tidak ada air. Masalahnya adalah bagaimana air itu dikelola dan didistribusikan,” katanya.
Iguana Tompotika menilai kelangkaan air yang terjadi selama ini lebih berkaitan dengan persoalan tata kelola layanan air bersih. Mulai dari sistem distribusi yang tidak optimal, jaringan pipa yang diduga banyak mengalami kebocoran, hingga manajemen pelayanan yang belum berjalan efektif.
Menurut Okuk, sebelum pemerintah memutuskan membangun waduk, seharusnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air yang sudah ada. “Jika sumber air melimpah tetapi masyarakat tetap kesulitan, berarti ada masalah di sistem pengelolaannya,” katanya.
Persoalan ini, kata dia, menjadi penting untuk dibahas secara terbuka agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar masalah. Sebab, jika diagnosis persoalannya keliru, maka solusi yang diambil pun berpotensi tidak efektif.
“Jangan sampai masalahnya ada di distribusi, tetapi solusinya malah membangun waduk,” ujar Okuk.
Ia menilai diskusi tentang pengelolaan air bersih seharusnya tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi pada perbaikan sistem yang sudah ada.
CB: PRZ
