LUWUK — Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka sejak awal menempatkan pelayanan dasar sebagai bagian penting dari visi dan misinya. Dalam dokumen perencanaan daerah, penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi pilar utama pembangunan. Air bersih termasuk di dalamnya.
Bupati berulang kali menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada proyek fisik, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Ia menyebut air bersih sebagai kebutuhan primer yang menentukan kesehatan, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau pelayanan dasar belum kuat, maka pembangunan belum menyentuh inti kebutuhan masyarakat,” demikian penekanan yang pernah ia sampaikan dalam forum pemerintahan.
Namun pernyataan tersebut kini berhadapan dengan pengakuan dari Dewa Supatriagama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Banggai yang menyebut jaringan perpipaan di Luwuk sudah tua, mengalami penurunan fungsi, dan peningkatan kapasitas belum bisa dilakukan secara masif. Bahkan detail anggaran pembangunan jaringan air bersih tidak sepenuhnya diketahui di level pimpinan dinas.
Di satu sisi, visi kepala daerah menuntut percepatan dan keseriusan pada sektor pelayanan dasar. Di sisi lain, dinas teknis mengakui keterbatasan progres dan persoalan internal jaringan. Benturan ini tidak terjadi dalam bentuk pernyataan terbuka, tetapi terbaca dalam substansi.
Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka menekankan percepatan, penguatan sistem, dan hasil yang terukur. Sementara Plt Kadis PUPR, Dewa menyampaikan bahwa jaringan sudah tua dan pembangunan belum berjalan maksimal.
Bupati Amirudin menginginkan pelayanan dasar menjadi prioritas nyata. Plt Kadis PUPR Banggai, Dewa menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas masih dalam tahap “diupayakan”.
Dalam tata kelola pemerintahan, Dinas PUPR memegang peran strategis sebagai leading sektor pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum. Artinya, keberhasilan mewujudkan visi kepala daerah di sektor air sangat bergantung pada kualitas perencanaan dan eksekusi dinas tersebut.
Jika visi Bupati Banggai berbicara tentang kesejahteraan melalui penguatan infrastruktur, maka indikator keberhasilannya sederhana. Apakah layanan air bersih sudah stabil, merata, dan berkelanjutan?
Nada Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka dalam beberapa kesempatan menunjukkan keseriusan yang tidak main-main. Ia meminta evaluasi menyeluruh dan laporan terukur atas progres pembangunan. Ia juga mengingatkan agar setiap perangkat daerah bekerja sejalan dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan.
Tanpa menyebut nama atau menunjuk secara langsung, pesan itu mengandung makna yang tegas. Bahwa pelayanan dasar tidak boleh dikelola dengan pola kerja biasa-biasa saja.
Air bersih bukan hanya program tahunan. Ia adalah cerminan apakah visi pembangunan Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka benar-benar diterjemahkan menjadi kerja konkret.
CB: PRZ
