Krisis Air Bersih di Luwuk Utara Bukan Hanya Kilongan

LUWUK — Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah menangani gangguan distribusi air bersih di Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara, mendapat perhatian masyarakat. Namun sejumlah warga menilai persoalan krisis air bersih di wilayah tersebut tidak hanya terjadi di satu kelurahan.

Keluhan serupa juga datang dari berbagai desa dan kelurahan lain yang berada dalam wilayah kecamatan yang sama. Warga menyebut pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Banggai (PDAM) tersebar hampir di seluruh wilayah Kecamatan Luwuk Utara, sehingga gangguan distribusi air tidak hanya dirasakan masyarakat di Kilongan.

Beberapa wilayah yang disebut warga juga mengalami kesulitan air bersih antara lain Kelurahan Kilongan Permai, Desa Awu, Desa Bumi Beringin, Desa Boyou, Desa Biak, Desa Bunga, Desa Buon Mandiri, Desa Kamumu, Desa Salodik, hingga Desa Lenyek.

Seorang warga Desa Biak, Nain, mengatakan persoalan air bersih di wilayah tersebut bukan hal baru. Menurutnya, masyarakat di beberapa desa sering mengalami kondisi serupa ketika distribusi air tidak berjalan normal.

“Kalau hanya disebut terjadi di Kilongan, itu tidak sepenuhnya benar. Banyak desa di Luwuk Utara juga mengalami kesulitan air bersih,” kata Nain saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa sebagian warga harus menunggu waktu tertentu agar air bisa mengalir melalui jaringan pipa. Bahkan dalam beberapa kondisi, aliran air tidak muncul dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, hingga mengambil air dari sumber alternatif.

Menurut Nain, masyarakat sebenarnya memahami jika gangguan distribusi disebabkan oleh faktor teknis seperti kerusakan jaringan pipa atau debit air.

Namun yang menjadi perhatian warga adalah bagaimana penanganan persoalan tersebut dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada satu wilayah tertentu.
“Kalau penanganannya hanya fokus pada satu tempat, sementara daerah lain juga mengalami masalah yang sama, tentu masyarakat akan merasa persoalan ini belum benar-benar diselesaikan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan air bersih di Kecamatan Luwuk Utara perlu dilihat sebagai masalah kawasan yang membutuhkan penanganan terpadu. Sebab pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Banggai tidak hanya berada di satu kelurahan, tetapi tersebar hampir di seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut.

Karena itu, warga berharap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti dengan perbaikan sistem distribusi air secara menyeluruh.

CB: PRZ