LUWUK — Momen silaturahmi Idulfitri yang seharusnya penuh kehangatan justru diwarnai keluhan yang sama. Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, ocehan krisis air bersih terus mengemuka. Di sejumlah titik di Luwuk Utara, Luwuk, hingga Luwuk Selatan, persoalan air menjadi bahan gunjingan warga saat berkumpul.
Di sela-sela silaturahmi, warga saling berbagi cerita tentang sulitnya mendapatkan air. Kondisi ini memicu pertanyaan tajam terhadap peran anggota legislatif (Aleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banggai.
“Air ini kebutuhan pokok, bukan barang mewah. Tapi setiap Lebaran, yang dibahas tetap soal air. Kami masih kesulitan,” ujar Nain, warga Desa Bunga, Selasa (24/3/2026).
Ia mempertanyakan keseriusan para wakil rakyat dalam menangani persoalan yang terus berulang. Menurutnya, krisis air bukan lagi isu baru, tetapi masalah lama yang tak kunjung selesai.
“Aleg Dapil 1 ini sebenarnya sedang sibuk apa? Masa kebutuhan dasar seperti ini belum dianggap penting?” katanya.
Warga berharap, momentum Lebaran tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi bagi para pemangku kebijakan untuk segera bertindak.
CB: PRZ
