Polisi Banggai Dilatih Jadi Penolong Masyarakat, Ujiannya Ada di Lapangan

LUWUK — Kepolisian Resort Banggai menggelar Pelatihan Bhabinkamtibmas sebagai Penolong Masyarakat di Aula Maleo, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel Polri dalam memberikan pertolongan pertama kepada warga pada situasi darurat.

Pelatihan dibuka Wakapolres Banggai Kompol Dr. Frangky Jefry Rey, SH, S.Pd, MH, didampingi Kasat Binmas AKP Deky Wahyudi, SH, MH, serta diikuti para Bhabinkamtibmas dari seluruh Polsek jajaran Polres Banggai.

Kasat Binmas AKP Deky Wahyudi menegaskan bahwa pelatihan ini mencerminkan komitmen Polri untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan, baik dalam kecelakaan, kebakaran, maupun keadaan darurat lainnya,” ujar Deky.

Pelatihan tersebut menggabungkan materi teori dan praktik dengan melibatkan mitra Polri, yakni Basarnas Luwuk, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup pertolongan pertama pada korban kecelakaan, penanganan kebakaran, korban gigitan ular, hingga evakuasi korban tenggelam.

Secara substansi, pelatihan ini memperluas peran Polri dari sekadar penegakan hukum menuju fungsi kemanusiaan. Namun, tantangan sesungguhnya tidak berhenti di ruang pelatihan. Masyarakat menaruh harapan agar kemampuan yang diperoleh tidak sekadar menjadi sertifikat kegiatan, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya saat warga menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Dalam banyak kasus, masyarakat sering menjadi saksi pertama pada peristiwa kecelakaan atau bencana kecil sebelum tenaga medis tiba. Kesiapan Bhabinkamtibmas diuji bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kecepatan, empati, dan keberanian mengambil tindakan tepat.

“Kami ingin memastikan kehadiran Bhabinkamtibmas Polres Banggai tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan penolong masyarakat saat dibutuhkan,” kata AKP Deky.

Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting. Ke depan, konsistensi, evaluasi berkala, dan transparansi penerapan di lapangan akan menentukan apakah pelatihan tersebut benar-benar menjelma menjadi perlindungan nyata bagi masyarakat. Tidak sekadar rutinitas seremonial yang berulang dari tahun ke tahun.

CB: SLV