LUWUK — Upaya memperoleh klarifikasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek peningkatan jalan ruas Luk–Seseba di Kecamatan Batui hingga kini belum membuahkan hasil. PPK proyek dimaksud, Munfarid, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/1/2026).
Dalam pesan singkat yang diterima redaksi, Munfarid menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan penjelasan. Ia menyebut kondisi kesehatannya sedang menurun. “Mohon maaf, saya masih sakit,” tulisnya singkat, tanpa uraian lebih lanjut terkait progres pekerjaan maupun mekanisme pengawasan proyek.
Ketiadaan penjelasan dari PPK ini menambah daftar pertanyaan publik, mengingat posisi PPK memiliki peran sentral dalam memastikan pelaksanaan kontrak berjalan sesuai ketentuan. Mulai dari pengendalian teknis pekerjaan, persetujuan addendum kontrak bila ada perpanjangan waktu, hingga penilaian hasil pekerjaan sebelum dilakukan pembayaran.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Banggai, Fikri Dari, menyatakan bahwa proyek tersebut tidak dalam kondisi nol persen dan penyedia masih diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan. Namun pernyataan itu belum disertai penjelasan detail mengenai dasar pemberian kesempatan, apakah disebabkan keadaan force majeure, serta bagaimana mekanisme denda keterlambatan diterapkan.
Dalam aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah, setiap keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada prinsipnya harus diikuti pengenaan denda, kecuali terdapat kondisi tertentu yang dapat dibuktikan dan dituangkan dalam addendum kontrak. Seluruh proses tersebut berada dalam pengawasan dan tanggung jawab PPK.
Karena itu, publik menilai klarifikasi dari PPK menjadi krusial, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan tata kelola proyek berjalan transparan dan akuntabel. Tanpa penjelasan resmi, ruang spekulasi akan terus terbuka, terlebih di tengah kondisi fisik jalan yang hingga kini belum menunjukkan hasil pekerjaan sesuai nilai anggaran.
Masyarakat Batui berharap pihak-pihak terkait segera memberikan keterangan yang utuh dan proporsional setelah kondisi kesehatan PPK memungkinkan. Kejelasan tersebut dinilai penting agar proyek peningkatan jalan Luk–Seseba tidak sekadar tercatat selesai secara administratif, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi mobilitas dan perekonomian warga.
CB: PRZ
