Sawah Mengering di Bawah Bayang Tambang Nikel

LUWUK — Lembah Tompotika, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mulai menunjukkan gejala krisis yang jarang terlihat di permukaan. Sawah-sawah yang perlahan kehilangan air.

Dilansir dari Mongabay.co.id, Riset organisasi lingkungan mencatat sekitar 400 hektar sawah di Desa Mayayap dan Trans Mayayap mengalami alih fungsi akibat krisis air. Selain itu, sekitar 200 hektar lahan pertanian diduga tercemar lumpur tambang dalam kurun waktu 2020–2025.

Jika data ini benar, maka dampaknya bukan hanya kerusakan lahan. Ia menandai perubahan struktur ekonomi desa. Ketika air berkurang dan lumpur tambang mulai masuk ke irigasi, petani tidak lagi bicara soal panen. Mereka mulai berbicara soal bertahan hidup.

Ironisnya, ekspansi tambang sering dipromosikan sebagai jalan menuju kesejahteraan daerah. Namun bagi petani di kaki Pegunungan Tompotika, narasi pembangunan itu justru terasa seperti ancaman yang datang perlahan.

CB: PRZ