Cemburu Nyaris Picu Konflik, Polisi Dorong Damai Dua Warga Buon Mandiri

LUWUK — Sebuah kesalahpahaman yang dipicu rasa cemburu hampir terjadi konflik serius di Desa Buon Mandiri, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Kamis (12/2/2026). Peristiwa itu melibatkan dua pria berinisial LK dan RP.

Keterangan tertulis dari Humas Polres Banggai menyebutkan, Insiden bermula ketika LK bercanda dengan mantan istrinya yang kini menjadi pasangan RP. Gurauan tersebut memicu emosi. RP kemudian menampar LK di bagian wajah. Peristiwa itu sempat menimbulkan ketegangan di lingkungan warga.

Bhabinkamtibmas Polsek Luwuk, Aiptu Tamsil Yuda, bergerak cepat setelah menerima laporan. Ia memanggil kedua pihak ke kantor desa dan memfasilitasi pertemuan untuk mencari solusi damai.

“Sebelumnya pelapor sempat bergurau dengan mantan istrinya yang sekarang merupakan pasangan dari terlapor. Hal tersebut memicu emosi yang berujung pada penganiayaan ringan,” ujar Tamsil, tulis Humas Polres Banggai.

Alih-alih mendorong proses hukum, aparat memilih jalur dialog. Tamsil menegaskan bahwa pendekatan kekeluargaan menjadi prioritas untuk mencegah konflik meluas.

“Kami prioritaskan dialog untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Jangan biarkan cemburu merusak hubungan. Kita harus saling berkomunikasi terbuka,” kata Tamsil, tulis Humas Polres Banggai.

Upaya mediasi itu membuahkan hasil. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan persoalan tanpa melanjutkan ke ranah hukum.

Lebih lanjut, Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, mengatakan pendekatan humanis dan preventif, efektif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kasus seperti ini sering muncul akibat isu rumah tangga atau perselisihan pribadi. Kami siap membantu warga menyelesaikan masalah secara kekeluargaan sebelum ke pengadilan,” ujarnya, tulis Humas Polres Banggai.

CB: SLV