LUWUK — Kesadaran menjadi kunci, namun kecepatan bertindak adalah penentu hidup dan mati. Pesan inilah yang kembali ditegaskan pihak RSUD Luwuk dalam lanjutan edukasi publik mengenai stroke.
Dalam talkshow yang digelar di Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (11/4/2026), Veinels C. Lomboan menyoroti satu fakta krusial yang sering diabaikan masyarakat yakni keterlambatan penanganan.
Menurutnya, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi terlambat karena tidak mengenali gejala awal atau menunda tindakan. “Stroke itu berpacu dengan waktu. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuh. Menunda berarti memperbesar risiko kecacatan bahkan kematian,” tegasnya.
Gejala seperti wajah mencong, bicara pelo, dan kelemahan pada satu sisi tubuh sering dianggap sepele. Padahal, itu adalah sinyal darurat yang membutuhkan respons medis segera.
Direktur RSUD Luwuk, Budiyanto Uda’a, menegaskan bahwa edukasi ini bukan sekadar program rutin, tetapi upaya strategis membangun budaya sadar kesehatan di masyarakat.
Ia berharap masyarakat tidak lagi menunda mencari pertolongan medis ketika gejala muncul. “Kami ingin masyarakat paham bahwa setiap detik sangat berharga. Jangan tunggu parah baru ke rumah sakit,” ujarnya.
CB: HJR
