Kacau, Tim Pongkeari Batui Tinggalkan Lapangan Diduga Diserang Penonton

LUWUK — Pertandingan babak penyisihan Mini Soccer Buana Open Tournament Hadianto Rasyid Cup 2026 berubah ricuh dan berakhir mengecewakan setelah laga antara tim Pongkeari Batui dari Kecamatan Batui melawan Tornado asal Desa Nambo Padang terhenti sebelum waktu pertandingan selesai, Jumat (8/5/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, Pongkeari Batui tampil dominan di atas lapangan. Tim asal Kecamatan Batui itu berhasil unggul telak 5-0 atas Tornado dan terus menekan jalannya pertandingan.

Namun, suasana pertandingan memanas ketika sejumlah penonton diduga tidak puas dengan jalannya laga. Kericuhan diduga bermula saat beberapa oknum penonton masuk ke area lapangan dan melakukan tindakan pemukulan terhadap pemain Pongkeari Batui.

Akibat insiden tersebut, dua pemain Pongkeari dilaporkan mengalami kontak fisik langsung. Situasi di lapangan pun berubah kacau dan memicu ketegangan antara pemain dan penonton.

Pihak Pongkeari Batui mengaku kecewa terhadap panitia pelaksana dan keamanan pertandingan yang dinilai tidak mampu mengendalikan situasi. Mereka menilai pertandingan seharusnya tetap berjalan aman meski tensi laga meningkat.

Karena merasa tidak mendapatkan perlindungan dan khawatir insiden semakin meluas, tim Pongkeari Batui akhirnya memutuskan menghentikan pertandingan dan keluar dari lapangan. Keputusan itu sekaligus menjadi bentuk keberatan mereka terhadap insiden yang terjadi.

Peristiwa ini langsung menjadi sorotan para pecinta sepak bola lokal. Banyak pihak menyayangkan kericuhan tersebut karena dinilai mencoreng semangat sportivitas dalam turnamen Hadianto Rasyid Cup 2026.

Ajang olahraga yang seharusnya menjadi ruang hiburan, persaudaraan, dan silaturahmi masyarakat justru ternoda oleh tindakan yang diduga melibatkan emosi penonton di dalam arena pertandingan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana terkait insiden tersebut maupun langkah evaluasi pengamanan pertandingan selanjutnya.

CB: HJR