16 Ribu Hektar Kelapa di Banggai Tak Produktif, Pemda Siapkan Peremajaan Besar-Besaran

LUWUK — Pemerintah Kabupaten Banggai mulai memfokuskan perhatian pada sektor perkebunan kelapa dalam yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Dari total sekitar 58 ribu hektar lahan kelapa dalam di daerah itu, tercatat masih ada sekitar 16 ribu hektar yang belum produktif.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Subhan Lanusi, Senin (18/5/2026), mengatakan program peremajaan kelapa dalam tahun ini mendapat dukungan dana dari APBN dengan target mencapai 5 ribu hektar lahan.

“Dari total 58 ribu hektar lahan kelapa dalam di Banggai, sekitar 42 ribu hektar sudah produktif. Sisanya ada yang sudah ditanam tetapi belum berbuah, ada juga yang tidak produktif lagi,” kata Subhan.

Ia menjelaskan, sentra perkebunan kelapa dalam terbesar berada di Kecamatan Bunta, Nuhon, Simpang Raya, Bualemo, Balantak, Balantak Selatan, Balantak Utara, Nambo dan Kintom.

Menurutnya, program peremajaan menjadi langkah penting untuk menjaga hasil produksi kelapa masyarakat agar tetap stabil dan mampu meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang.

Selain kelapa dalam, sektor pertanian jagung juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini luas lahan jagung di Kabupaten Banggai mencapai sekitar 9 ribu hektar, dengan wilayah produksi terbesar berada di Kecamatan Bualemo dan Batui Selatan.

Subhan menilai, potensi pertanian dan perkebunan di Banggai masih sangat besar apabila didukung perawatan lahan, bibit unggul, dan pengelolaan yang berkelanjutan. Program peremajaan yang mulai dijalankan diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan-lahan yang selama ini tidak menghasilkan secara maksimal.

CB: PRZ