Di Banggai, Ayam Tetap Rp55 Ribu Saat Harga Lain Bikin Dompet Menjerit

LUWUK — Di tengah keluhan masyarakat tentang biaya hidup yang terus meningkat, harga ayam potong di tingkat pedagang masih terbilang stabil. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi warga yang mengandalkan daging ayam sebagai sumber protein sehari-hari.

Ujang, seorang pedagang ayam, mengatakan harga ayam hingga saat ini masih bertahan di kisaran Rp55 ribu per ekor. “Masih normal. Harga ayam sampai sekarang masih stabil di Rp55 ribu per ekor,” kata Ujang, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, belum terjadi lonjakan harga yang signifikan sebagaimana kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat pasokan terganggu. Stabilnya harga ayam membuat daya beli masyarakat relatif tetap terjaga untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Kondisi tersebut menjadi angin segar di tengah berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat. Sejumlah lembaga ekonomi mencatat daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan melambat dibanding target pemerintah akibat tekanan terhadap investasi dan ekspor.

Meski demikian, harga ayam yang tetap terkendali menunjukkan bahwa sektor pangan tertentu masih mampu menjaga stabilitas pasar. Stabilitas harga bahan pangan menjadi faktor penting karena konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagi masyarakat Banggai, harga ayam yang tidak mengalami kenaikan setidaknya memberikan ruang bernapas di tengah berbagai kebutuhan lain yang terus menyedot pengeluaran keluarga. Ketika banyak rumah tangga mulai lebih berhati-hati mengatur belanja, harga pangan yang stabil dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

Namun para pedagang berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan. Sebab, stabilitas harga tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga memberi kepastian bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari perdagangan bahan pangan.

“Jika harga tetap terkendali dan pasokan terjaga, ayam berpeluang tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus menguras isi dompet,” tutup Ujang.

CB: SLV