LUWUK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan pegunungan Desa Huhak, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, berlangsung selama dua hari dan menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Di tengah terik matahari, angin kencang, serta kepungan asap tebal, personel Sat Samapta Polresta Banggai terus berjuang memadamkan api agar tidak meluas ke wilayah lain.
Upaya pemadaman dimulai sejak Minggu malam (2/8/2026) dan berlanjut hingga Selasa pagi (4/8/2026). Medan yang dipenuhi padang ilalang serta semak belukar kering membuat kobaran api cepat menjalar dan menyulitkan petugas.
Meski menghadapi kondisi yang berat, personel tetap bertahan di lokasi. Mereka berupaya memutus penyebaran api untuk mencegah kebakaran semakin meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.
Kasat Samapta Polresta Banggai, AKP Rudi Dg. Simbung, SH, mengatakan pemadaman memasuki hari kedua dan berhasil mengendalikan kebakaran. “Ini sudah masuk hari kedua. Upaya pemadaman telah berhasil. Diperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 50 hektare,” ujarnya, Selasa (4/82026).
Untuk mendukung operasi tersebut, Sat Samapta Polresta Banggai mengerahkan 16 alat pemadam api ringan (APAR), empat unit peralatan khusus penanganan karhutla, serta satu kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC).
Kapolresta Banggai, Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang tetap bekerja tanpa mengenal lelah meski harus menghadapi suhu tinggi, asap pekat, dan medan yang sulit dijangkau. Menurutnya, semangat para personel mencerminkan komitmen Polri dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
CB: SLV
