Rumah Terbakar, Lima Anak Lolos dari Maut

LUWUK — Lima anak, termasuk seorang bayi, nyaris menjadi korban saat sebuah rumah kayu di kawasan perkebunan Desa Pulodalagan, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, dilalap api pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Seluruh anak berhasil menyelamatkan diri meski rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Kapolsek Nuhon, IPTU Tesar M. Noor, menjelaskan rumah tersebut merupakan milik Sabri Latabila alias Om RI (55), seorang petani asal Desa Gonohop, Kecamatan Simpang Raya.

Saat kebakaran terjadi, Sabri dan istrinya sedang berada di Desa Gonohop untuk mengurus perpindahan administrasi kependudukan. Setelah itu mereka beristirahat di rumah keluarga di Desa Tomeang. Di tengah perjalanan aktivitas tersebut, Sabri menerima kabar mengejutkan bahwa rumahnya terbakar. Ia pun segera kembali ke lokasi.

Setibanya di rumah, yang tersisa hanya puing-puing. Kobaran api telah melahap seluruh bangunan beserta harta benda di dalamnya. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi besarnya kobaran api, ditambah cuaca panas dan angin kencang, membuat api sulit dikendalikan. “Orang tua sedang tidak berada di tempat. Di rumah hanya ada lima orang anak, salah satunya masih bayi, dan semuanya berhasil selamat,” ujar IPTU Tesar.

Akibat kebakaran tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian materi sekitar Rp30 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kapolsek Nuhon mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah berbahan kayu atau rumah panggung yang mudah terbakar. Ia mengimbau warga selalu memastikan kompor, tungku, maupun sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah.

“Keselamatan menjadi prioritas. Kami mengajak masyarakat agar memastikan tidak ada sumber api yang masih menyala setelah selesai digunakan sehingga kejadian serupa dapat dicegah,” tegasnya.

CB: SLV