Rumah Warga Hanga-Hanga Terbakar

LUWUK — Api tiba-tiba mengamuk dan mengubah sebuah rumah di Jalan Flamboyan, Kelurahan Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, menjadi puing. Kebakaran terjadi saat siang, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Rumah milik Tomi S. Mahadju (48) itu diduga terbakar setelah terjadi korsleting listrik. Api kemudian dengan cepat menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan. Warga bersama petugas pemadam kebakaran dan personel kepolisian langsung berjibaku melawan kobaran api. Mereka berupaya keras mencegah api merambat ke bangunan di sekitar lokasi.

Petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 15.50 Wita. Meski rumah ludes terbakar, peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa.

Kasi Humas Polresta Banggai AKP Saiman mengatakan, kebakaran menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp200 juta. “Sesaat sebelum kemunculan api dan asap tebal terdengar letupan-letupan kecil dari bagian dapur,” kata Saiman.

Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Namun, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Usai menerima laporan, personel Inafis Polresta Banggai langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata korban dan saksi, serta mengumpulkan sejumlah keterangan terkait peristiwa tersebut.

Kebakaran ini menunjukkan bahwa ancaman api tidak selalu datang dari sumber yang terlihat. Instalasi listrik yang bermasalah dapat berubah menjadi pemicu kebakaran dan dalam waktu singkat mengancam keselamatan penghuni rumah maupun bangunan di sekitarnya.

Polresta Banggai mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik. Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan, terutama pada kabel, sambungan, stop kontak, dan perangkat listrik yang sudah mengalami kerusakan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran. Sebab, ketika percikan pertama berubah menjadi kobaran api, waktu untuk menyelamatkan harta benda bahkan keselamatan jiwa bisa sangat terbatas.

CB: SLV