Pramuka Ingatkan Generasi Muda Pada Narkoba dan Hoaks

LUWUK — Ancaman terhadap generasi muda tidak selalu datang dalam bentuk yang terlihat. Narkotika, perundungan, kekerasan, hoaks, perjudian daring, hingga menurunnya kepedulian sosial kini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Peringatan itu mengemuka dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 di Alun-alun Bumi Mutiara, Luwuk, Jumat (14/8/2026). Bupati Banggai Amirudin selaku pembina upacara membacakan amanat tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso.

Dalam amanat tersebut, Gerakan Pramuka menyoroti berbagai perubahan yang dihadapi generasi muda. Perkembangan zaman membawa peluang, tetapi sekaligus membuka ruang bagi berbagai persoalan sosial. Penyalahgunaan narkotika menjadi salah satu ancaman serius.

Selain itu, generasi muda juga diperhadapkan dengan perundungan, kekerasan, penyebaran informasi palsu atau hoaks, perjudian daring, serta melemahnya kepedulian terhadap lingkungan sosial. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan generasi muda tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik.

Mereka, Kata Amir, juga membutuhkan karakter, ketahanan diri, kemampuan mengambil keputusan, serta lingkungan yang mampu membimbing mereka ketika berhadapan dengan tekanan sosial. “Gerakan Pramuka terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi mudanya untuk menghadapi perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan,” ujar Amirudin.

Kegiatan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial atau aktivitas mengenakan seragam cokelat. Gerakan kepanduan tersebut dituntut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda. Terlebih, perkembangan teknologi membuat informasi, hiburan, dan berbagai pengaruh sosial dapat masuk ke ruang pribadi anak muda dalam hitungan detik. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dan membangun kontrol diri menjadi semakin penting.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mereka menguasai teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membedakan mana yang membangun dan mana yang dapat menghancurkan masa depan.

Upacara tersebut dihadiri Ketua DPRD Banggai Saripudin Tjatjo, Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto, Sekretaris Daerah Moh. Ramli Tongko, Ketua Kwarcab Banggai Syafrudin Hinelo, sejumlah kepala perangkat daerah dan pejabat Forkopimda Banggai.

CB: PRZ