MOROWALI — Pembangunan daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar dan anggaran yang besar. Di Pulau Umbele, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, semangat gotong royong justru menjadi kekuatan yang menggerakkan perubahan.
Pesan itu mengemuka saat Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menutup rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Pulau Umbele, Jumat (14/8/2026).
Menurut Anwar, TMMD tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut memperlihatkan bagaimana TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat bekerja dalam satu tujuan untuk menjawab kebutuhan warga. “Bagi saya, TMMD selalu punya makna yang lebih dari sekadar pembangunan fisik,” kata Anwar.
Ia menilai kekuatan utama TMMD terletak pada kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat. Ketika pemerintah, TNI, dan warga bergerak bersama, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Di tengah tantangan pembangunan yang tidak seluruhnya dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan pemerintah.
Anwar menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodam XXIII Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, pemerintah daerah, serta masyarakat Pulau Umbele yang ikut menyukseskan pelaksanaan TMMD ke-129. “Terima kasih kepada jajaran Kodam XXIII Palaka Wira, Kodim 1311/Morowali, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Pulau Umbele yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Dari Pulau Umbele, membangun daerah bukan hanya tentang membangun tempat, tetapi juga membangun kebersamaan orang-orang yang tinggal di dalamnya.
CB: PRZ
