PT Multi Nabati Sulawesi Sukses Ekspor Ribuan Bungkil Kelapa

LUWUK — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, dan membuat ruang belanja Pemerintah Daerah  semakin terbatas, aktivitas ekspor dari sektor swasta menjadi secercah harapan bagi perputaran ekonomi di Kabupaten Banggai.

PT Multi Nabati Sulawesi pada 15 Juni 2026 mengekspor bungkil kelapa ke India melalui Pelabuhan Tangkiang menggunakan kapal luar negeri Golden Noble. Ekspor ini semula ditargetkan mencapai 5.500 ton. Namun, target tersebut tidak sepenuhnya tercapai. Penurunan muka air di sekitar pelabuhan membuat kapal tidak dapat memuat seluruh barang yang telah disiapkan. Demi menghindari risiko kapal kandas atau karam, muatan akhirnya dikurangi menjadi 3.983 ton, atau berkurang 1.517 ton dari rencana awal.

Manajer PT Multi Nabati Sulawesi, Yongki Tokunang, mengatakan keputusan mengurangi muatan diambil demi menjaga keselamatan pelayaran. “Rencana awal 5.500 ton. Namun karena kondisi air surut dan dikhawatirkan kapal karam, muatan yang berhasil diekspor hanya 3.983 ton,” ujarnya di ruangan kerjanya, Rabu (1/7/2026).

Meski tidak mencapai target, ekspor ribuan ton bungkil kelapa ke pasar India tetap menjadi kabar positif bagi perekonomian daerah. Di saat belanja pemerintah mengalami pengetatan akibat kebijakan efisiensi anggaran, aktivitas ekspor dinilai mampu menjaga perputaran uang, membuka peluang usaha, dan memberikan nilai tambah bagi komoditas hasil olahan daerah.

Yongki berharap kegiatan ekspor tersebut dapat memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Banggai. “Kami berharap ekspor ini dapat memberikan sumbangsih bagi Kabupaten Banggai,” katanya.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa potensi ekonomi Banggai tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah. Dunia usaha mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, asalkan didukung infrastruktur yang memadai.

Berkurangnya kapasitas muatan akibat kondisi perairan menunjukkan masih adanya kendala yang perlu mendapat perhatian. Jika alur pelayaran dan fasilitas pelabuhan dapat dioptimalkan, kapasitas ekspor berpotensi meningkat sehingga lebih banyak devisa, investasi, dan perputaran ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat Kabupaten Banggai.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, setiap kapal yang berhasil membawa produk lokal ke pasar internasional bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi simbol bahwa sektor riil masih mampu menjaga denyut ekonomi Banggai.

CB: PRZ