JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah besar untuk mendorong transformasi Indonesia. Dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung Nusantara, MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden memaparkan tujuh agenda yang menjadi bagian dari upaya mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Langkah pertama menyasar layanan kesehatan. Pemerintah berencana memperbaiki seluruh puskesmas di Indonesia. Tidak berhenti di tingkat layanan dasar, pemerintah juga menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Agenda kedua menyentuh sektor pendidikan. Pemerintah akan melanjutkan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan. Kebijakan ini menempatkan kondisi sarana pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia.
Langkah ketiga berkaitan dengan perdagangan dan pengelolaan ekspor. Pemerintah akan melanjutkan kebijakan ekspor satu pintu. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan ekspor agar kepentingan nasional mendapat posisi yang lebih kuat.
Berikutnya, pemerintah akan mempercepat optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Aset negara yang selama ini ada di berbagai sektor didorong agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Pemerintah juga akan mengumumkan rencana lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia. Langkah ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.
Agenda berikutnya menyentuh persoalan talenta. Pemerintah menyampaikan rencana pengizinan dwikewarganegaraan bagi talenta-talenta tertentu yang dibutuhkan bangsa Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membuka ruang lebih besar bagi talenta yang memiliki kemampuan strategis agar dapat berkontribusi bagi Indonesia.
Seluruh agenda itu bermuara pada satu gagasan besar, yakni mengubah kekayaan Indonesia menjadi kekuatan Indonesia. Sumber daya alam, aset negara, kualitas manusia, layanan kesehatan, pendidikan, industri, hingga sektor keuangan tidak cukup hanya dimiliki. Semuanya harus mampu menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang pertumbuhan ekonomi. Ukuran yang lebih penting adalah dampaknya terhadap kehidupan rakyat. Karena itu, keberhasilan transformasi Indonesia nantinya tidak hanya terlihat dari angka di atas kertas. Ukuran sebenarnya akan terlihat ketika masyarakat merasakan perubahan. Ketika puskesmas menjadi lebih layak, sekolah tidak lagi membutuhkan perbaikan, rumah sakit daerah semakin kuat, aset negara lebih produktif, dan kesempatan ekonomi semakin terbuka. Tujuh agenda tersebut kini menjadi bagian dari pekerjaan besar pemerintah.
Jika terlaksana dengan disiplin, agenda itu dapat memperkuat fondasi Indonesia. Namun jika hanya berhenti sebagai rencana, transformasi yang dijanjikan akan kembali menjadi daftar panjang kebijakan yang menunggu pembuktian.
CB: PRZ
