Kader PAN Banggai Diminta Jaga Marwah Partai, Solid Dukung Ketua DPD

LUWUK β€” Dinamika dalam organisasi politik dinilai sebagai hal yang wajar terjadi. Perbedaan pandangan, kritik terhadap kepengurusan hingga evaluasi internal disebut menjadi bagian dari proses pendewasaan partai. Namun, kader diminta tetap menjaga etika komunikasi dan tidak membawa persoalan internal ke ruang publik.

Pengurus Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD PAN Banggai, Muh. Idhar menegaskan setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan mekanisme internal serta semangat persaudaraan politik.

Menurutnya, PAN sebagai partai terbuka selalu memberi ruang kepada kader untuk menyampaikan kritik, masukan maupun gagasan demi kemajuan organisasi. Akan tetapi, penyampaian persoalan internal melalui media sosial dinilai dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat dan memperkeruh suasana internal partai.

β€œMedia sosial adalah ruang publik. Apa yang disampaikan di sana dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap partai,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Muh. Idhar juga menegaskan seluruh kader harus tetap menjaga soliditas dan memberikan dukungan penuh kepada Ketua DPD PAN Banggai, H. Akmal. Ia menyebut kepercayaan terhadap kepemimpinan partai perlu dijaga demi stabilitas organisasi.

Menurutnya, posisi H. Akmal sebagai formatur tunggal menunjukkan adanya mandat dan kepercayaan besar dalam menyusun serta menjalankan arah organisasi partai di daerah. β€œSeluruh kader harus menghormati proses dan keputusan organisasi. Kepercayaan kepada ketua DPD harus tetap dijaga demi kepentingan bersama dan masa depan partai,” katanya.

Ia mengingatkan agar kader menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara konstruktif, elegan, dan melalui jalur organisasi yang benar.

Muh. Idhar menilai kader senior maupun mantan pengurus memiliki posisi penting sebagai teladan bagi generasi muda di internal partai. Sikap dewasa dalam menyikapi dinamika organisasi dinilai dapat menjadi pendidikan politik yang baik bagi kader berikutnya. Sebaliknya, jika persoalan internal terus dipertontonkan di media sosial, hal itu dikhawatirkan memunculkan persepsi konflik berkepanjangan dan merugikan citra partai di mata publik.

Ia menegaskan organisasi yang sehat bukan berarti tanpa perbedaan pendapat, tetapi organisasi yang mampu menyelesaikan perbedaan secara bermartabat melalui mekanisme yang ada.

Karena itu, seluruh kader PAN diharapkan memperkuat komunikasi internal, menjaga persatuan, dan menjadikan setiap dinamika sebagai bahan evaluasi demi membesarkan partai serta menjaga kepercayaan masyarakat.

CB: PRZ