LUWUK — Di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial yang semakin sulit dikendalikan, pembentukan karakter generasi muda menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Pesan itu mengemuka dalam Upacara Ulang Janji dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar di Gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banggai, Jalan P. Irian, Kelurahan Kompo, Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (13/8/2026) malam.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita itu dihadiri Kapolresta Banggai Kombes Pol. Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., Wakil Bupati Banggai Furqanudin Masulili, Kejaksaan Negeri Banggai, Kodim 1308/LB, sejumlah organisasi perangkat daerah serta sekitar 400 anggota Pramuka.
Upacara Ulang Janji tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial peringatan HUT Pramuka. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Bagi Kapolresta Banggai, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurut Hendri, Pramuka dapat menjadi ruang pembentukan karakter agar anak muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan dan peduli terhadap lingkungan sosial. “Pramuka bukan hanya kegiatan kepemudaan, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membangun generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Hendri.
Ia menilai semangat kepramukaan juga memiliki hubungan erat dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karakter yang kuat, kata dia, dapat menjadi salah satu benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif. Karena itu, Hendri mengajak anggota Pramuka tidak berhenti pada penghafalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak. “Ketika teknologi berkembang lebih cepat daripada pembentukan karakter, generasi muda membutuhkan fondasi moral yang semakin kuat,” ujarnya.
Pramuka diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang terampil, tetapi juga generasi yang mampu membedakan mana yang benar dan salah, bertanggung jawab atas tindakannya serta tidak mudah terseret arus informasi yang belum tentu benar. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, persatuan dan kepedulian sosial menjadi modal penting untuk menjaga generasi muda tetap memiliki arah.
CB: SLV
