Warga Batui Blokade Jalan Tuntut Pelaku Pengeroyokan Pemain Bola Ditangkap

LUWUK — Aksi pemblokiran jalan Trans Sulawesi terjadi di Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui, Kamis (14/5/2026). Warga bersama keluarga korban insiden sepak bola Hadianto Cup 2026 turun ke jalan dan menghentikan arus kendaraan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap pemain Pongkeari FC.

Massa mendesak Polres Banggai segera menangkap dan memeriksa pihak yang diduga terlibat dalam insiden kekerasan saat pertandingan berlangsung di Kecamatan Nambo.

Tak hanya itu, warga juga meminta panitia penyelenggara turnamen dan Askab PSSI Banggai bertanggung jawab penuh terhadap kondisi korban yang mengalami cedera serius.

“Kami mendesak Polres supaya segera menangkap dan memeriksa pelaku. Panitia serta Askab juga harus bertanggung jawab atas pengobatan dan pemulihan saudara Usman yang mengalami cedera parah,” ujar salah satu keluarga korban di lokasi aksi.

Aksi blokade membuat arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi sempat terganggu. Sejumlah kendaraan terlihat tertahan di kedua arah sebelum aparat melakukan pengamanan dan negosiasi dengan massa.

Insiden yang memicu kemarahan warga itu terjadi saat tim Pongkeari FC asal Kecamatan Batui menghadapi Tornado dari Nambo Padang dalam turnamen sepak bola Hadianto Cup 2026. Pertandingan semula berlangsung normal. Namun situasi memanas setelah salah satu pemain Pongkeari terlibat cekcok dengan pemain lawan di tengah laga.

Keributan kemudian meluas ketika sejumlah suporter diduga masuk ke area pertandingan dan melakukan kontak fisik terhadap dua pemain Pongkeari Batui. Akibat kejadian itu, salah satu pemain dilaporkan mengalami cedera berat hingga harus menjalani operasi besar.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Banggai dan tengah dalam proses penyelidikan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara maupun Askab PSSI Banggai terkait tuntutan keluarga korban.

CB: PRZ