LUWUK — Pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti banyak jika masih ada pekerja yang merasa cemas ketika dirinya atau anggota keluarganya membutuhkan pelayanan kesehatan. Hal itu disampaikan Bupati Banggai melalui Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Faisal Karim, S.Sos., M.Si., saat membuka Gathering Badan Usaha Kabupaten Banggai di Hotel Santika, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Asisten II, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan seluruh badan usaha yang selama ini bersinergi mendukung penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Bupati menegaskan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak setiap warga negara. Karena itu, Program JKN dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak, berkualitas, dan berkesinambungan. Namun, pemerintah menyadari bahwa mewujudkan perlindungan kesehatan secara merata tidak bisa dilakukan sendirian. Pemerintah, BPJS Kesehatan, badan usaha, fasilitas kesehatan, pekerja, dan masyarakat harus mengambil peran masing-masing. Bupati secara khusus menyoroti posisi badan usaha dalam ekosistem JKN.
Menurutnya, kepatuhan badan usaha dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada pekerja dan keluarga bukan hanya kewajiban hukum. Hal itu juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja. “Kita menyadari bahwa pekerja yang sehat adalah pekerja yang produktif. Pekerja yang terlindungi akan memiliki rasa aman dalam bekerja,” ujar Asisten II saat membacakan sambutan Bupati.
Menurut Bupati, perlindungan terhadap pekerja pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha, peningkatan produktivitas, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kata lain, kesehatan pekerja tidak seharusnya dipandang sebagai urusan pribadi semata. Ketika pekerja sakit, keluarga ikut terdampak. Ketika biaya pelayanan kesehatan menjadi beban, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi ketenangan pekerja dalam menjalankan aktivitasnya. Karena itu, Bupati meminta BPJS Kesehatan terus memberikan pendampingan, edukasi, serta pelayanan yang mudah dan responsif.
Sementara kepada badan usaha, Bupati mengajak agar kepedulian dan kepatuhan dalam memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh pekerja terus ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Banggai juga menyatakan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan. Bupati ingin pembangunan Banggai tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kondisi masyarakatnya. “Kita ingin membangun Kabupaten Banggai bukan hanya sebagai daerah yang tumbuh secara ekonomi, tetapi juga sebagai daerah yang masyarakatnya sehat, produktif, terlindungi dan sejahtera,” tegasnya.
Hal paling kuat dalam sambutan tersebut adalah rasa aman pekerja. “Jangan sampai ada pekerja yang kehilangan rasa aman karena persoalan biaya pelayanan kesehatan,” pesan Bupati.
Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan semboyan “BANGGAI MOMPOSA’ANGU” — Banggai Bersatu dan Bersama. Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan semangat tersebut sebagai landasan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, termasuk pekerja dan keluarganya.
Dengan memohon ridha Allah SWT, Bupati Banggai melalui Asisten II secara resmi membuka kegiatan Gathering Badan Usaha Kabupaten Banggai. Pemerintah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi menghasilkan komitmen yang semakin kuat agar perlindungan kesehatan pekerja benar-benar dirasakan di lapangan.
CB: PRZ











