LUWUK — Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, Kamis (23/4/2026), tentang pembangunan TK Adhyaksa Milik kejaksaan telah berproses sejak 2023, memberi gambaran bahwa proyek ini bukan keputusan yang lahir dalam semalam.
Dari penelusuran data perencanaan pengadaan, pembangunan TK Adhyaksa tercatat sebagai satu-satunya, bahkan yang tertinggi dalam hal dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk jenjang TK di Kabupaten Banggai.
Menurut Rama, aktifis IMM Banggai, sebuah angka yang di atas kertas, tampak sebagai bentuk perhatian luar biasa terhadap pendidikan anak usia dini. Pertanyaannya, mengapa perhatian terbesar itu jatuh pada satu lembaga tertentu?
Rama menjelaskan, publik mulai melihat bukan hanya soal pembangunan sekolah untuk anak usia dini, tetapi juga relasi antar lembaga. TK Adhyaksa, yang terhubung dengan institusi penegak hukum, menjadi penerima alokasi yang paling menonjol dibandingkan TK lainnya.
Rama mengatakan, apakah ini murni soal kelengkapan administrasi dan kesiapan perencanaan sejak 2023? Ataukah ada faktor lain yang membuat satu usulan mampu melaju lebih pasti dibandingkan yang lain?
Dalam dinamika kebijakan publik, lanjut Rama, persepsi sering kali terbentuk bukan dari apa yang dikatakan, tetapi dari apa yang terlihat.
“Yang terlihat hari ini cukup jelas. Satu sekolah TK mendapatkan panggung anggaran paling besar, sementara banyak sekolah TK lainnya masih berjuang dalam keterbatasan,” ujar Rama.
Rama menjelaskan, dalam kerangka regulasi, hibah kepada instansi vertikal memang dimungkinkan, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Namun regulasi juga menekankan prinsip keadilan dan kepentingan masyarakat luas.
“Ketika lembaga penegak hukum yang selama ini berdiri sebagai simbol keadilan, justru terlihat berada di posisi yang lebih diuntungkan dalam distribusi anggaran daerah,” jelasnya.
CB: PRZ
