LUWUK — Penggunaan jalan lama di kawasan industri strategis di PT ESSA PAU Kabupaten Banggai masih berlangsung tanpa kejelasan status. Padahal, jalur tersebut berada di area dengan tingkat risiko tinggi, sementara jalan pengganti sepanjang ±12 kilometer belum sepenuhnya siap.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di masyarakat. Selain ancaman keselamatan, masyarakat juga menghadapi ketidakpastian akses dan potensi kenaikan biaya hidup akibat perubahan jalur distribusi.
Jasrun, pemuda Kintom, menilai situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia menegaskan perlunya forum resmi yang mempertemukan semua pihak untuk membuka persoalan secara terang.
“Harus ada ruang terbuka untuk membahas ini. Komisi III DPRD Provinsi perlu segera memanggil semua pihak lewat RDP,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Fakta di lapangan menunjukkan sejumlah persoalan belum terselesaikan. Jalan pengganti belum memenuhi standar pelayanan minimal. Sementara jalan lama tetap difungsikan tanpa kejelasan hukum.
Minimnya transparansi dan absennya skema kompensasi memperkuat kesan bahwa masyarakat dibiarkan menanggung risiko. Dalam situasi seperti ini, DPRD Provinsi sudah harus turun langsung.
CB: PRZ
