LUWUK — Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT BPR Palu Anugerah bergerak cepat mendorong pelaku UMKM naik kelas.
Melalui kegiatan edukasi keuangan dan business matching, ratusan pelaku usaha memadati ruang rapat umum Setda Kabupaten Banggai, Senin (27/04/2026).
Para pelaku UMKM langsung mendapat pemahaman praktis tentang pengelolaan keuangan yang aman sekaligus akses terhadap produk pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan usaha mereka.
Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kesejahteraan Rakyat, Hj. Yulfia Mangendre, S.Hut., M.Si., hadir mewakili pemerintah daerah dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, OJK melalui Manajer Provinsi Sulawesi Tengah, Adam Novriansyah, memastikan edukasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan literasi keuangan.
Pimpinan Cabang PT BPR Palu Anugerah, Ferri Magaline, juga membuka peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk mengakses pembiayaan. Ia menekankan bahwa perbankan tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga ingin memastikan pelaku usaha mampu mengelola keuangan secara sehat.
Sebagai pemateri, Imam Aliani Putra dari OJK mengurai persoalan mendasar yang sering dihadapi masyarakat yakni rendahnya literasi keuangan. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang baik akan membantu pelaku usaha menghindari jebakan investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga penawaran produk keuangan yang menyesatkan.
OJK juga menyoroti pentingnya literasi keuangan digital. Di tengah maraknya layanan berbasis teknologi, masyarakat dituntut lebih cerdas agar tidak menjadi korban kejahatan siber. Edukasi ini mendorong peserta untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola keuangan yang bijak.
Menariknya, program ini tidak hanya menyasar pelaku UMKM. OJK memperluas jangkauan edukasi ke mahasiswa, pelajar, hingga anggota TNI dan Dharma Pertiwi. Tujuannya jelas yakni membangun generasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga paham cara menjaga dan mengembangkan aset keuangan sejak dini.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu memilih produk keuangan sesuai kebutuhan dan merencanakan investasi secara matang.
CB: SLV
