LUWUK — Kebakaran hebat melanda pabrik briket milik PT Eco Coco di Desa Toipan, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Kamis (30/04/2026) subuh.
Peristiwa ini memicu kepanikan karyawan dan warga sekitar setelah api dengan cepat membesar hanya dalam hitungan menit.
Informasi yang dihimpun dari Humas Polres Banggai menyebutkan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 Wita, tepat saat pergantian shift karyawan. Seorang petugas keamanan, Rio (26), menjadi saksi awal munculnya kobaran api dari bagian oven pabrik.
Melihat situasi tersebut, Rio bersama sejumlah karyawan langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya itu tidak mampu membendung amukan api yang terus membesar. Dalam kondisi darurat, mereka segera meminta bantuan warga sekitar.
Kapolsek Pagimana, AKP Laata, SH, menjelaskan bahwa api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 Wita setelah upaya bersama dilakukan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh mesin oven yang mengalami panas berlebih (overheat) hingga menimbulkan percikan api yang tidak terkendali,” ujar AKP Laata.
Meski tidak menelan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1 miliar. Sejumlah fasilitas produksi, termasuk oven dan material briket, dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Pagimana langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area dan membantu proses evakuasi.
Saat ini, petugas bersama pihak perusahaan masih melakukan proses pendinginan serta pembersihan sisa-sisa pin dan rak briket yang masih memungkinkan untuk digunakan kembali.
CB: SLV
