LUWUK – Kepulan asap hitam membumbung tinggi dan kobaran api melahap sebuah rumah di Jalan Ir. Soekarno Nomor 1, Luwuk, Kabupaten Banggai, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.20 Wita. Dalam waktu singkat, api menghanguskan bangunan tersebut hingga membuat warga sekitar panik.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu. Saat kebakaran terjadi, rumah milik Ruswinto Saajad (56) diketahui dalam keadaan kosong. Kasi Humas Polresta Banggai, AKP Saiman, menjelaskan bahwa kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Chelsea (14). Remaja tersebut melihat api mulai membesar, kemudian segera memberi tahu ibunya dan menghubungi pemilik rumah.
Menurut keterangan yang diperoleh polisi, pemilik rumah meninggalkan kediamannya sekitar pukul 12.30 Wita menuju Halimun. Sebelum keluar, ia sempat memasak mi menggunakan kompor gas kecil di bagian depan dapur. Pemilik rumah juga menjelaskan bahwa dapur tersebut sudah jarang digunakan untuk aktivitas memasak. Ruangan itu lebih banyak difungsikan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang, seperti sampah plastik, kayu bakar, perabot, dan peralatan lainnya. Di lokasi tersebut juga tidak terdapat instalasi listrik.
Warga yang mengetahui kebakaran berupaya membantu sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 Wita setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue dikerahkan ke lokasi.
Mendapat laporan kejadian, Tim Identifikasi Polresta Banggai bersama personel Polsek Luwuk langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan berbagai informasi untuk mengungkap penyebab kebakaran. “Hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan,” kata AKP Saiman.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, tungku, maupun sumber api lainnya. Menurutnya, kebiasaan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah musibah besar, terutama pada rumah berbahan kayu atau rumah panggung yang mudah terbakar.
“Keselamatan menjadi prioritas. Kami mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan memastikan tidak ada sumber api yang masih menyala setelah selesai digunakan,” tutup AKP Saiman.
CB: SLV
