Sosial & Lingkungan

Diserang Lebah Hingga Bakar 1 Hektare Kebun di Batui

41
×

Diserang Lebah Hingga Bakar 1 Hektare Kebun di Batui

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Serangan segerombolan lebah madu membuat seorang pekerja panik hingga membakar daun kering di sebuah perkebunan warga di Dusun I, Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026) siang.

Niat awalnya untuk menyelamatkan diri justru berubah menjadi petaka. Api yang semula berasal dari daun kering dengan cepat membesar setelah tertiup angin kencang. Kobaran api kemudian menjalar ke semak-semak di sekitar lahan hingga membakar perkebunan milik Iwan Umar (56). Luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 1 hektare.

Keterangan Humas Polresta Banggai, Kapolsek Batui IPTU Teguh Pria Adjisaka mengatakan, polisi menerima laporan masyarakat sekitar pukul 11.00 Wita. Petugas piket Polsek Batui langsung menuju lokasi untuk mengecek kondisi sekaligus membantu proses pemadaman. “Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran terjadi pada lahan kebun milik Iwan Umar (56),” kata IPTU Teguh.

Ia menjelaskan, sebelum kebakaran terjadi, salah satu pekerja sedang melakukan penebangan pohon di lokasi. Saat bekerja, pekerja tersebut tiba-tiba diserang segerombolan lebah madu. Dalam kondisi panik, ia membakar daun kering di sekitar lokasi.

Namun, api tidak dapat dikendalikan. Kondisi lahan yang kering ditambah tiupan angin cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke semak-semak. Api akhirnya meluas dan menghanguskan lahan perkebunan sekitar 1 hektare.

Petugas Polsek Batui bersama karyawan Pemadam Kebakaran PT Pertamina EP DMF dan masyarakat kemudian berjibaku memadamkan api serta melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

IPTU Teguh mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih saat kondisi angin kencang dan lahan dalam keadaan kering. Hal ini berpotensi membahayakan lingkungan serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.

CB: SLV