Sosial & Lingkungan

Kapal Nelayan Bocor, 10 Awak Berhasil Diselamatkan

65
×

Kapal Nelayan Bocor, 10 Awak Berhasil Diselamatkan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Kepanikan terjadi di perairan Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Banggai, Sabtu (3/10/2026), setelah kapal nelayan yang membawa 10 awak mengalami kebocoran dan tenggelam saat menuju rompong untuk mengangkut ikan.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Rakyat Luwuk sebelum mengalami kebocoran di tengah perjalanan akibat kondisi cuaca buruk. Situasi itu membuat 10 awak kapal harus menghadapi kondisi darurat di laut.

Informasi kecelakaan baru diterima Polsek Luwuk sekitar pukul 11.43 WITA. Setelah menerima laporan, polisi bersama Tim Rescue Pos SAR Luwuk dan unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Kapolsek Luwuk AKP Muh. Asdar mengatakan seluruh awak kapal berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. “Tim langsung melakukan pencarian dan evakuasi setelah menerima laporan. Seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” kata Asdar.

Tim gabungan menyelesaikan proses evakuasi sekitar pukul 12.45 WITA. Seluruh korban kemudian dibawa menggunakan Speed Boat Patroli KUPP Kelas II Luwuk menuju Pelabuhan Tilong Luwuk. Mereka tiba di pelabuhan sekitar pukul 13.40 WITA dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Sepuluh awak kapal yang berhasil dievakuasi yakni Rahman (40), Arufudin (43), Rafli (14), Ramdani (35), Ebon (30), Yono (33), Rivai (41), Hendra (44), Hafid (43), dan Usman (37).

Saat operasi penyelamatan berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan. Kecepatan angin mencapai sekitar 19 knot dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter. Polsek Luwuk mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran sebelum melaut. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan nelayan saat beraktivitas di perairan.

Penulis: Muhammad Pritzno