Scroll untuk baca artikel
Gambar Tergenerate
Nasional

SKK Migas Bidik Lifting 612.500 Barel pada 2027

71
×

SKK Migas Bidik Lifting 612.500 Barel pada 2027

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Facebook SKK Migas

JAKARTA — SKK Migas mulai menyiapkan strategi besar untuk mengejar target lifting minyak sebesar 612.500 barel per hari pada 2027. Target ini lebih tinggi dibandingkan sasaran 610 ribu barel per hari pada 2026. Namun, ambisi meningkatkan produksi minyak nasional masih dibayangi tantangan realisasi target yang dalam tiga tahun terakhir belum mencapai 100 persen.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, mengungkapkan optimisme tersebut di sela-sela ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026). Menurut Rikky, berdasarkan tren tiga tahun terakhir, realisasi lifting minyak selalu berada di kisaran 97 persen dari target. “Kami baru melaksanakan CEO Forum. Melihat trennya tiga tahun terakhir, selalu di 97 persen,” ujar Rikky seperti dikutip Antara.

Untuk memperbaiki capaian tersebut, SKK Migas berupaya mengubah pola pikir para pimpinan perusahaan migas agar lebih agresif dalam merealisasikan target produksi. SKK Migas bahkan membidik target lifting sebesar 625 ribu hingga 630 ribu barel per hari. Langkah itu diharapkan mampu mendorong realisasi lifting mencapai 612.500 barel per hari pada 2027.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mempercepat eksplorasi melalui program triple 100 yang mulai diakselerasi pada akhir 2025. Program ini mencakup 100 sumur eksplorasi yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan potensi pengembangannya. Dari program tersebut, sebanyak 38 sumur menjadi bagian dari klaster pertama. Hampir 40 persen kegiatan dalam klaster ini bergantung pada dukungan Pertamina Grup.

SKK Migas juga memberikan perhatian khusus pada pendekatan Infrastructure-Led Exploration (ILX), yakni eksplorasi di sekitar infrastruktur migas yang sudah tersedia. Strategi ini memungkinkan pengerjaan sumur berlangsung lebih cepat sehingga hasil eksplorasi berpeluang segera memberikan tambahan produksi minyak.

Selain meningkatkan produksi, percepatan pengeboran sumur berpotensi membuka wilayah eksplorasi baru, termasuk kawasan frontier yang selama ini belum banyak dikembangkan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan menarik minat investor untuk masuk ke sektor hulu migas Indonesia. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah menetapkan target lifting minyak sebesar 612.500 barel per hari pada 2027. Target tersebut disepakati dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Untuk mengejar sasaran itu, pemerintah menyiapkan penambahan produksi dari sejumlah sumur minyak di berbagai wilayah. Salah satunya melalui pengembangan sumur di Madura yang akan digarap Petronas, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Malaysia. Pemerintah juga mengandalkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi dari sumur-sumur minyak yang sudah ada.

Dengan berbagai strategi tersebut, SKK Migas dan pemerintah menghadapi pekerjaan besar. Memastikan target produksi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar tercermin dalam peningkatan lifting minyak nasional.

Penulis: Muh. Pritzno

Gambar Tergenerate
Gambar Tergenerate