Sosial & Lingkungan

5 Hektare Kebun Warga Terbakar

43
×

5 Hektare Kebun Warga Terbakar

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan perkebunan warga Desa Pohi, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Rabu (7/10/2026). Dalam kejadian kedua di wilayah tersebut, api menghanguskan lahan perkebunan yang diperkirakan mencapai kurang lebih 5 hektare.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Api diduga berasal dari pembakaran tumpukan daun kelapa di salah satu kebun warga. Api kemudian membesar dan merembet ke lahan perkebunan di sekitarnya. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Desa Pohi pada Selasa (29/9/2026) siang.

Begitu menerima informasi kebakaran, Bhabinkamtibmas Aipda Kamaluddin bersama Kasubsektor Luwuk Timur Ipda Haryadi, aparat desa dan masyarakat langsung menuju lokasi. Petugas dan warga berupaya menghentikan pergerakan api dengan peralatan seadanya. Mereka menggunakan tangki semprot dan ember untuk memadamkan kobaran api agar tidak merembet lebih luas ke perkebunan warga lainnya.

Api membakar area perkebunan kelapa dan cengkeh milik warga. Kerugian materiel sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas bersama warga berhasil mengendalikan api sekitar pukul 14.10 WITA. Meski api telah berhasil dikendalikan, personel kepolisian bersama warga tetap bersiaga di lokasi. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun bara yang masih tersisa.

Kasubsektor Luwuk Timur Ipda Haryadi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Terlebih, kejadian serupa kembali terjadi di wilayah Desa Pohi dalam waktu yang relatif berdekatan. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Kejadian ini sudah kembali terjadi, sehingga pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” imbaunya.

Penulis: Muh. Pritzno