Sosial & Lingkungan

41 Petarung Kickboxing Adu Kekuatan, Palu Juara Umum

102
×

41 Petarung Kickboxing Adu Kekuatan, Palu Juara Umum

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Kickboxing Luwuk Banggai

LUWUK — Gedung Padepokan Pencak Silat Luwuk dipadati penonton saat 41 atlet dari berbagai camp bertarung dalam Candati Combat Championship “Baku Tumpe, Baku Sepak” Volume I, pada 9–10 Oktober 2026.

Ajang kickboxing kategori low kick yang digelar Candati Combat Camp Kickboxing bersama Erik Ronaldo Alimun selaku pemilik sekaligus pelatih camp itu mempertemukan atlet putra dan putri dalam kategori junior maupun senior. Antusiasme penonton sepanjang pertandingan menjadi salah satu penanda besarnya dukungan masyarakat terhadap perkembangan olahraga bela diri di Kabupaten Banggai.

Panitia awalnya merencanakan keikutsertaan 36 atlet. Namun, jumlah peserta bertambah menjadi 41 atlet. Mereka bersaing dalam 21 kelas pertandingan dengan total 84 medali emas, perak, dan perunggu yang diperebutkan. Dalam kompetisi tersebut, Karama Fighter Academy Palu tampil dominan dan keluar sebagai juara umum.

Tim asal Palu itu mengumpulkan lima medali emas melalui Ariflan di kelas 51 kilogram senior putra, Muhammad Rezky Maulana Putra di kelas 63,5 kilogram senior putra, Moh. Widad di kelas 71 kilogram senior putra, Annisa Fajar Indah di kelas 48 kilogram junior putri, serta Alesha Kaysa Putri di kelas 37 kilogram junior putri.

Sebagai tuan rumah, Candati Combat Camp menempati posisi kedua. Dwi Fathir Muthahari Alim meraih emas di kelas 60–61 kilogram senior putra, sedangkan Caska Khaliq menjadi juara di kelas 45 kilogram junior putra. Candati Combat Camp juga meraih tiga medali perak melalui Teral Arsyafa Alimun di kelas 48–49 kilogram junior putra, Virgian di kelas 71–72 kilogram senior putra, dan Tirsa di kelas 37 kilogram.

Posisi ketiga ditempati The Protector SSC. Tim ini meraih dua emas melalui I Kadek Ngurah Wahyudi di kelas 54 kilogram senior putra dan Sultan Aulia Katili di kelas 57 kilogram senior putra. Selain dua emas, The Protector SSC mengoleksi perak melalui Muhammad Varhan Putra Elmansyah dan Rasya Ramdani Y. Kasim, serta dua perunggu melalui Mc. Rivaee Aisydharma dan Muhammad Ali Wafa. Peringkat berikutnya ditempati Roar Camp Luwuk, Fight Art Camp Toili, Unismuh Camp Luwuk, Adipura Camp, dan BCP SMAN 1 Pagimana.

Erik Ronaldo Alimun mengatakan keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selain menggunakan pembiayaan mandiri dari manajemen Candati Combat Camp, panitia juga memperoleh dukungan dari KONI Luwuk Banggai.

Erik menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Luwuk Banggai beserta jajarannya atas dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn., yang dinilainya memberikan perhatian terhadap kegiatan sosial, olahraga, dan kebudayaan di daerah.

Dukungan lainnya datang dari unsur kepolisian, Kickboxing Indonesia (KBI) Luwuk, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai, Dinas Perhubungan, Kecamatan Luwuk, Kelurahan Luwuk, Dinas Kesehatan beserta tim medis, serta pengelola Gedung Padepokan Pencak Silat.

Menurut Erik, dukungan administratif, perizinan, rekomendasi, pengamanan, dan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan pertandingan berlangsung tertib dan aman. “Tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan sebaik dan semulus yang kita saksikan. Dukungan administratif, izin, rekomendasi, pengamanan, hingga kesiapan tim medis merupakan bagian penting dari kesempurnaan penyelenggaraan event ini,” ungkap Erik.

Erik menegaskan, kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang perebutan medali. Ia ingin menjadikan kompetisi itu sebagai ruang pembinaan atlet muda sekaligus mendorong perkembangan kickboxing di Kabupaten Banggai dan Sulawesi Tengah.

Sebagai pemilik sabuk hitam kickboxing yang pernah mengikuti penataran wasit dan juri tingkat nasional, Erik menilai atlet daerah membutuhkan kesempatan bertanding yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman. “Kita melihat antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan panggung yang sehat, sportif, dan profesional bagi para atlet muda. Kickboxing di Banggai memiliki masa depan yang cerah,” ujar Erik.

Ia memastikan Candati Combat Championship Volume II dengan tema low kick direncanakan kembali berlangsung pada Mei 2027. Erik berharap dukungan dari KONI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dapat terus menguatkan pembinaan atlet kickboxing agar mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan Volume I juga mempertemukan berbagai camp dalam suasana persaudaraan dan sportivitas. Para atlet, pelatih, wasit, panitia, serta penonton mengikuti rangkaian pertandingan hingga penutupan resmi oleh Ketua Dewan Sabuk Kickboxing Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui penyelenggaraan ini, Candati Combat Camp berharap semakin banyak atlet muda di Banggai memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, menguji hasil latihan, dan mengejar prestasi melalui kompetisi yang terarah.

Penulis: Muh. Pritzno